Ticker

6/recent/ticker-posts

Musrenbangdes 2027: Desa Randupitu Gempol Fokus Wisata, UMKM, dan Digitalisasi


PASURUAN, Deva-news.com
Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan menyusutnya ruang fiskal pemerintah desa, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan justru memilih melangkah lebih progresif.

Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan RKPDes Tahun 2027 dan RKPD Kabupaten Pasuruan Tahun 2028 yang digelar Senin (3/8/2026), pemerintah desa mematok arah pembangunan berbasis inovasi, digitalisasi, penguatan ekonomi lokal, hingga pengembangan destinasi wisata.

Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa Randupitu tidak hanya fokus membangun infrastruktur fisik. Lebih dari itu, desa ini berkomitmen mentransformasi wilayahnya menjadi kawasan yang memiliki daya saing ekonomi, pelayanan publik modern, serta mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad mengungkapkan, sedikitnya terdapat lima program prioritas yang akan menjadi poros utama pembangunan desa dalam beberapa tahun ke depan.

Kelima program tersebut meliputi relokasi Kantor Desa, pengembangan destinasi wisata Kedungprenteng, penguatan Batik Sekarandu sebagai produk unggulan desa, inovasi pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan (Ketapang), serta percepatan digitalisasi desa.

"Seluruh program ini kami formulasikan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Sekaligus untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi desa melalui berbagai terobosan inovatif," ujar Fuad.

Ia menjelaskan, rencana relokasi kantor desa bukan sekadar memindahkan gedung pemerintahan biasa. Pemerintah Desa Randupitu ingin menghadirkan sebuah kawasan pelayanan publik terpadu yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu lokasi.

Nantinya, pusat terpadu tersebut akan mencakup pusat pelayanan administrasi, sarana pendidikan, fasilitas olahraga, wadah pemberdayaan masyarakat, hingga pusat pengembangan UMKM. Konsep ini diharapkan mampu memangkas birokrasi, meningkatkan mutu pelayanan publik, sekaligus menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Di sisi lain, Randupitu juga terus memacu transformasi digital. Digitalisasi tata kelola pemerintahan desa dinilai sebagai kebutuhan mutlak agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.

Meski berada di kawasan industri Kecamatan Gempol, Randupitu tetap konsisten menggali potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Batik Sekarandu diproyeksikan menjadi identitas sekaligus produk unggulan yang mampu mendongkrak kesejahteraan perajin UMKM setempat. Sementara itu, potensi alam Kedungprenteng diarahkan menjadi destinasi wisata desa yang menarik kunjungan wisatawan, sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi warga sekitar.

Pada sektor lingkungan, Pemerintah Desa Randupitu mendorong inovasi pengelolaan sampah yang disinergikan dengan program ketahanan pangan. Melalui konsep ekonomi sirkular yang memadukan pengolahan sampah, pemanfaatan lahan produktif, dan pemberdayaan komunitas desa ini optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Langkah berani Desa Randupitu ini mendapat perhatian dan pengawalan dari pihak legislatif. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat mengingatkan bahwa tantangan pemerintah desa saat ini memang tidak ringan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Sebagian Dana Desa kini harus disesuaikan karena dialokasikan untuk mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Lebih lanjut, Samsul meminta seluruh jajaran pemerintah desa tetap optimistis. Ia menekankan agar semua usulan pembangunan yang disepakati dalam Musrenbangdes segera diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai syarat mutlak penganggaran daerah.

"Apapun usulan yang ingin diperjuangkan harus diunggah ke SIPD. Selain itu, desa juga harus cermat memahami batas kewenangan, mana yang menjadi ranah desa, kabupaten, maupun provinsi," tegas Samsul.

Apresiasi senada datang dari Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Nik Sugiharti. Ia memuji konsistensi Desa Randupitu yang terus melahirkan inovasi meski kondisi fiskal daerah sedang mengalami tekanan ekonomi. Menurutnya, geliat UMKM dan semangat membangun yang ditunjukkan Randupitu adalah modal sosial yang sangat berharga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Meski kondisi fiskal seperti sekarang, pemerintahan desa di sini tetap berjalan prima dan UMKM-nya terus berkembang. Karena itu, kita harus wani kolaborasi (berani berkolaborasi) agar masyarakat semakin makmur," tutur Nik.

Nik juga mengingatkan pentingnya membangun jembatan komunikasi yang inklusif dengan seluruh anggota DPRD tanpa memandang sekat latar belakang politik.

"Jika ingin usulan dikawal dengan baik, kuncinya ada di SIPD. Tolong buka ruang komunikasi dengan semua anggota dewan tanpa melihat latar belakang partainya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun desa ini," pungkas Nik.

Melalui Musrenbangdes ini, Desa Randupitu telah meletakkan fondasi arah pembangunan yang visioner. Dengan mengawinkan ekonomi kreatif, digitalisasi pelayanan, pariwisata, inovasi lingkungan, dan kolaborasi lintas sektor, Randupitu siap membuktikan diri sebagai salah satu desa inovatif di Kabupaten Pasuruan yang mampu tumbuh mandiri demi kesejahteraan masyarakatnya.

Posting Komentar

0 Komentar