Ticker

6/recent/ticker-posts

Berantas Pekat, Personel Gabungan Polres Pasuruan Kota Sisir Wilayah Grati


PASURUAN KOTA, Deva-news.com
Polres Pasuruan Kota terus bergerak memberantas penyakit masyarakat (pekat). Langkah ini diambil demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Operasi digelar di Desa Karanganyar, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jumat (7/8/2026).

Operasi dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga. Ia didampingi oleh Kasat Narkoba AKP Ronny Margas. Personnel gabungan dikerahkan dari berbagai satuan fungsi Polres Pasuruan Kota. Mulai dari Satreskrim, Satresnarkoba, Satsabhara, Satbinmas, Sipropam, hingga Sie Humas.

Sasaran utama operasi adalah penanggulangan penyakit masyarakat. Petugas membidik aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Terutama kegiatan yang selama ini meresahkan warga sekitar.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., memberikan penjelasan melalui Plt. Kasi Humas Aipda Junaidi. Ia menegaskan patroli ini adalah bentuk ikhtiar Polri. Tujuannya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bermartabat.

"Patroli ini komitmen kami memberantas penyakit masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujar Aipda Junaidi.

Polres Pasuruan Kota memastikan tidak menghalangi warga mencari nafkah. Namun, polisi tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran hukum. Tindakan tegas menyasar praktik prostitusi, perdagangan orang, dan miras.

"Kami tidak anti warga mencari nafkah. Tapi kami tegas terhadap prostitusi, perdagangan orang, dan miras. Aktivitas itu meresahkan dan melanggar norma hukum," jelasnya.

Pihak kepolisian juga memberikan peringatan keras kepada pemilik tempat. Teguran serupa ditujukan bagi pihak yang bertindak sebagai mucikari. Mereka diminta segera menghentikan aktivitas ilegal tersebut. Jika membandel, polisi akan melakukan penegakan hukum pidana.

Meski bertindak tegas, polisi tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Pendekatan pembinaan diterapkan bagi perempuan yang terjaring razia.

"Kami tidak serta-merta langsung mengambil tindakan hukum. Kami lakukan pembinaan agar mereka kembali ke keluarga," tutur Aipda Junaidi.

Polres Pasuruan Kota juga menggandeng Dinas Sosial (Dinsos). Sinergi ini untuk memberikan pelatihan kerja bagi warga terjaring. Harapannya, mereka bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak.

Pihak kepolisian sadar penertiban saja tidak akan cukup. Diperlukan langkah pencegahan yang berjalan secara berkelanjutan.

Ke depan, polisi akan memperkuat komunikasi dengan tokoh agama. Koordinasi juga dilakukan bersama tokoh masyarakat hingga pengurus RT/RW. Pengawasan ketat akan difokuskan pada titik-titik dinilai rawan.

Patroli gabungan rutin juga akan terus ditingkatkan. Agenda ini melibatkan Dinas Sosial, Satpol PP, dan Kesbangpol."Kami tidak bisa bekerja sendiri di lapangan. Sinergi bersama pemda dan warga sangat penting. Penyakit masyarakat harus dicegah sejak dini," tambahnya.

Aipda Junaidi berharap operasi bersama ini membawa dampak positif. Terutama dalam mengembalikan kenyamanan wilayah Desa Karanganyar.

"Mari bersama menjaga lingkungan dari pengaruh buruk. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar