Ticker

6/recent/ticker-posts

Sukses Tekan Stunting, Bupati Subandi dan Ketua TP-PKK Sidoarjo Raih Penghargaan Menteri KPK RI


MALANG, Deva-news.com
Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mempercepat penurunan angka stunting dan memperkokoh ketahanan keluarga membuahkan apresiasi di tingkat nasional. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, bersama Ketua TP-PKK Sidoarjo, Hj. Sriatun Subandi, berhasil menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia.

Inovasi program unggulan yang konsisten dijalankan Pemkab Sidoarjo selama ini dinilai sangat strategis dan sejalan dengan upaya nasional dalam menyiapkan Generasi Emas 2045.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Shodiqin, kepada Bupati Subandi dan Sriatun Subandi. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026).

Pemerintah pusat memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Sidoarjo dalam mengawal sejumlah program prioritas nasional melalui inovasi lokal. Di antaranya adalah Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa membangun keluarga yang berkualitas dan tangguh memerlukan keterlibatan aktif dari kedua orang tua, bukan hanya ibu. Demi mendorong optimalisasi peran ayah, Pemkab Sidoarjo bahkan telah menerbitkan surat edaran khusus mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (Gamas).

"Gerakan ini bertujuan untuk menguatkan kembali peran serta ayah dalam pengasuhan. Kami ingin mempererat ikatan emosional antara anak dan ayah, khususnya dalam mendampingi proses tumbuh kembang dan pendidikan mereka," ujar Subandi.

Selain fokus pada keterlibatan orang tua, Pemkab Sidoarjo juga bergerak masif mempercepat penurunan stunting melalui penguatan fungsi posyandu serta perbaikan sanitasi lingkungan secara menyeluruh. Alhasil, Sidoarjo kini resmi dinyatakan memenuhi status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar dari tim verifikator Provinsi Jatim.

"Pelaksanaan STBM di Sidoarjo tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau penyediaan sarana sanitasi semata. Lebih dari itu, kami menitikberatkan pada perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat secara berkelanjutan," tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo, Heni Kristiani, memaparkan implementasi teknis dari berbagai program tersebut di lapangan.

Untuk Program Tamasya, Pemkab Sidoarjo telah bermitra dengan sedikitnya 32 pengelola daycare (tempat penitipan anak). Kemitraan ini bertujuan memastikan standarisasi pengasuhan yang layak sekaligus menjamin ruang yang aman bagi anak-anak saat ditinggal bekerja oleh orang tuanya.

Sementara itu, perhatian terhadap kesejahteraan lansia diakomodasi melalui Program Sidaya lewat wadah Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

"Selantang merupakan bentuk pendidikan nonformal yang dirancang agar warga lansia di Sidoarjo tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Berbagai kegiatan di dalamnya meliputi pemeriksaan kesehatan berkala secara gratis, senam kebugaran, hingga edukasi pemenuhan gizi seimbang bagi lansia," urai Heni. (*)

Posting Komentar

0 Komentar