Ticker

6/recent/ticker-posts

Rieke Diah Pitaloka Tinjau Layanan Warga Binaan, Lapas Karawang Tuai Apresiasi Atas Program Ketahanan Pangan


KARAWANG, Deva-news.com
Komitmen Lapas Kelas IIA Karawang dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas mendapat perhatian legislatif. Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, melakukan kunjungan kerja langsung ke lapas tersebut untuk memantau pemenuhan hak-hak warga binaan.

Peninjauan ini berfokus pada pelayanan humanis. Mulai dari manajemen dapur makanan, fasilitas klinik kesehatan, hingga program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, Rieke mengecek setiap sudut fasilitas penunjang. Ia menekankan bahwa standar kualitas hidangan harian dan kecepatan layanan medis harus terus terjaga dengan baik.

Menurut politisi tersebut, indikator keberhasilan lapas bukan sekadar kelayakan bangunan fisik. Poin utama kesuksesan diukur dari kualitas pelayanan riil yang dirasakan langsung oleh warga binaan.

Saat berdialog dengan petugas, Rieke mengingatkan pentingnya keseimbangan antara hak warga binaan dan jumlah personel penegak hukum. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai dapat memengaruhi efektivitas kerja pelayanan di lapangan.

Ia mencontohkan sektor kesehatan yang membutuhkan kuota tenaga medis yang ideal dan kompeten. Hal itu krusial agar penanganan medis di dalam lapas berjalan maksimal.

"Hak warga binaan wajib dipenuhi. Namun, harus didukung juga oleh jumlah pegawai yang memadai sesuai beban kerja. Layanan kesehatan contohnya, butuh tenaga medis yang cukup dan berkompeten agar penanganan optimal," kata Rieke.

Selain mengoreksi aspek pelayanan dasar, Rieke memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi internal lapas. Lapas Kelas IIA Karawang dinilai sukses menyulap lahan tidur menjadi area produktif.

Melalui program pertanian, peternakan, dan perikanan, lahan kosong tersebut kini menjadi pusat edukasi keterampilan. Hasil produksinya pun ikut berkontribusi langsung pada Program Ketahanan Pangan nasional.

Rieke menilai langkah ini merupakan pembuktian bahwa fungsi lapas telah berkembang melampaui tempat penahanan. Aktivitas ini sekaligus membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab baru bagi warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, menyambut baik masukan dan dukungan tersebut. Kunjungan dari DPR RI dinilai menjadi suntikan motivasi bagi seluruh jajarannya.

“Bagi kami, keberhasilan bukan hanya diukur dari aspek keamanan, melainkan kehadiran negara memenuhi hak warga binaan secara layak. Kehadiran Ibu Rieke memberi energi positif untuk terus memperbaiki kualitas layanan kami,” tutur Ma’ruf.

Ia menambahkan, optimalisasi lahan produktif di lapas merupakan komitmen untuk menyukseskan program strategis pemerintah. Langkah ini sejalan dengan misi Asta Cita Presiden serta Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Apresiasi ini menjadi bukti pembinaan kami berdampak luas. Kami berkomitmen menjadikan Lapas Karawang tempat pembinaan yang produktif, humanis, dan penyokong ketahanan pangan," pungkas Ma’ruf.

Sinergi antara DPR RI dan jajaran pemasyarakatan diharapkan mampu mendorong reformasi sistem lapas yang lebih profesional. Lapas Karawang optimistis mencetak lulusan warga binaan yang siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. (*)

Posting Komentar

0 Komentar