PASURUAN, Deva-news.com
Prosesi pelantikan dua perangkat desa baru di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. Sebanyak 23 personel gabungan dari Polres Pasuruan, Polsek Gempol, Polsek Beji, dan Polsek Pandaan dikerahkan penuh untuk bersiaga di sekitar Balai Desa Karangrejo selama acara berlangsung.
Langkah antisipatif ini diambil guna meredam potensi konflik menyusul tensi politik desa yang sempat memanaskan tahapan seleksi.
Sebelumnya, proses penjaringan dan penyaringan perangkat desa ini diwarnai polemik hebat di tengah masyarakat. Puncaknya, gesekan regulasi dan dinamika tersebut berujung pada mundurnya Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangrejo secara mendadak.
Meski sempat memanas, prosesi pelantikan tetap berjalan lancar dan dihadiri langsung oleh Camat Gempol Hadi Mulyono, perwakilan Polsek, serta Danramil Gempol. Dua figur yang resmi dilantik dan mengambil sumpah jabatan adalah Muchammad Farid sebagai Pelaksana Teknis Kewilayahan (Kawil) Karangbangkal dan Wawan Indrawanto sebagai Kawil Kuwung.
Dalam sambutannya, Camat Gempol Hadi Mulyono meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menyudahi perselisihan dan menjadikan dinamika yang terjadi sebagai bahan evaluasi bersama.
"Segala dinamika selama proses penjaringan dan penyaringan perangkat ini harus menjadi pembelajaran bersama, terutama dalam hal menjaga komunikasi. Mari kita ambil hikmahnya. Kejadian kemarin sudah lewat, sekarang saatnya bersama-sama memajukan Karangrejo,” ujar Hadi.
Hadi juga menyoroti motivasi para pemimpin muda ini. Menurutnya, menjadi seorang Kawil atau Kepala Dusun di era sekarang adalah murni bentuk pengabdian.
"Saya tahu betul, yang menjadi kawil ini niatnya demi pengabdian. Salah satu kawil yang dilantik hari ini secara ekonomi sebenarnya sudah sangat mapan. Kalau bukan karena panggilan jiwa untuk mengabdi," tambahnya.
Senada dengan Camat, Kepala Desa Karangrejo M. Su'ud mengaku lega setelah fase-fase berat hingga pelantikan akhirnya berhasil dituntaskan. Su'ud memilih melihat gejolak yang sempat terjadi dari sudut pandang positif.
"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa sampai di momen pelantikan ini. Kalau kemarin ada sedikit hambatan dan masalah di lapangan, ya wajar saja, namanya juga proses demokrasi di tingkat desa," ungkap Su'ud.
Kendati demikian, Su'ud memberikan pekerjaan rumah (PR) besar bagi kedua Kawil baru tersebut. Ia menuntut kedisiplinan tinggi serta kemampuan mendeteksi konflik secara dini agar gesekan serupa tidak kembali merembet ke tingkat desa.
“Kalau sudah terbiasa disiplin sejak awal, segala tugas berat akan terasa ringan. Selaku Kawil, mereka harus bisa mengantisipasi segala kemungkinan perpecahan di dusun masing-masing sebelum persoalan itu membesar dan dibawa ke meja kades,” tegasnya.
Di sisi lain, Wawan Indrawanto yang kini resmi memegang komando di Dusun Kuwung mengaku lega setelah melewati drama panjang tahapan seleksi. Ia berkomitmen untuk langsung bekerja dan membumi demi warga.
"Alhamdulillah, rasanya sangat lega. Tidak ada persiapan khusus atau berlebihan untuk jabatan baru ini. Dijalani saja apa adanya dengan penuh tanggung jawab yang terpenting sekarang adalah bagaimana saya bisa berbuat yang terbaik dan bermanfaat untuk masyarakat Kuwung," tuturnya. (Zaq/red)

0 Komentar