PASURUAN, Deva-news.com
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil terus berkomitmen mengurai permasalahan kepadatan hunian (overcrowding) melalui langkah-langkah komprehensif. Salah satunya dengan memastikan pelayanan program integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berjalan optimal dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan pelayanan program integrasi berupa Cuti Bersyarat (CB) dan Pembebasan Bersyarat (PB) yang digelar di Ruang Kunjungan Rutan Bangil pada Selasa (03/11/2026). Langkah ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan hak-hak bersyarat bagi para warga binaan yang telah memenuhi kualifikasi.
Dalam pelaksanaannya, petugas dari Staf Pelayanan Tahanan Rutan Bangil memberikan pendampingan intensif kepada para WBP. Pendampingan tersebut mencakup seluruh proses administrasi serta pemenuhan persyaratan substantif agar proses pengusulan program CB dan PB dapat berjalan lancar.
Program integrasi ini tidak sekadar hak hukum, melainkan bagian integral dari proses pembinaan untuk mendukung reintegrasi sosial. Melalui program ini, warga binaan diharapkan dapat mempersiapkan diri secara mental dan sosial untuk kembali ke tengah masyarakat secara bertahap dan bertanggung jawab.
Langkah strategis ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Rutan Bangil terhadap implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam mengatasi isu krusial overcapacity dan overcrowding di lembaga pemasyarakatan melalui solusi yang terukur.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Robi Setiawan Tridesia, menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan ini mengutamakan profesionalisme dan transparansi.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan CB dan PB secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur bagi WBP yang telah memenuhi persyaratan. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan penuh Rutan Bangil terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas dalam mengatasi overcapacity dan overcrowding," ujar Robi.
Dengan optimalisasi program integrasi ini, Rutan Bangil berharap dapat menjaga stabilitas pengelolaan hunian sekaligus memastikan fungsi pembinaan berjalan selaras dengan koridor regulasi yang ada.

0 Komentar