Ticker

6/recent/ticker-posts

Memukau, Ribuan Warga Padati Gelaran Spektakuler Kluwut Culture Carnaval 2026


PASURUAN, Deva-news.com
Ribuan warga memadati Dusun Krajan, Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan untuk menyaksikan Kluwut Culture Carnaval 2026 pada Sabtu (17/10/2026). Gelaran akbar berskala desa ini sukses memadukan pesona seni budaya lokal dengan kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang rute parade.

Sejak pagi hari, para pengunjung dari berbagai penjuru wilayah telah membanjiri jalanan utama desa. Panggung raksasa terbuka ini menyuguhkan iring-iringan parade budaya yang memukau, mulai dari busana adat penuh warna, koreografi tari tradisional yang dinamis, hingga alunan musik daerah. Gelaran ini menjadi momentum krusial bagi Desa Kluwut untuk mempromosikan identitas dan potensi warisan budayanya.

Atmosfer kemeriahan semakin memuncak saat pergelaran memasuki sesi battle sound system. Dentuman audio berteknologi tinggi yang berpadu dengan visual estetik dari para peserta parade berhasil memukau penonton dan menciptakan daya tarik modern di tengah festival tradisi.

Di sisi lain, festival ini menjadi katalis positif bagi perekonomian domestik. Ratusan lapak UMKM yang menjajakan kuliner khas serta produk kerajinan lokal padat pembeli. Di sepanjang rute karnaval menjadi bukti nyata dampak langsung perhelatan ini terhadap peningkatan pendapatan para pedagang kecil.

Kepala Desa Kluwut, M. Yusuf Hasim, menegaskan bahwa acara ini sengaja dirancang dengan fungsi ganda sebagai media pelestarian budaya sekaligus instrumen penggerak roda ekonomi warga.

"Kluwut Culture Carnaval adalah wajah sekaligus identitas desa kami. Namun lebih dari itu, kehadiran UMKM di sini merupakan pilar penting. Kami berkomitmen agar kemeriahan ini membawa berkah ekonomi yang merata, meningkatkan omzet pedagang kecil, dan memastikan ekonomi warga bergerak aktif," ujar M. Yusuf Hasim di tengah kemeriahan acara.

Pemerintah Desa Kluwut memproyeksikan festival budaya ini sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan. Dengan sinergi antara otoritas desa dan partisipasi aktif masyarakat, ruang kebersamaan ini diharapkan konsisten menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial dan ekonomi berbasis kearifan lokal di Kabupaten Pasuruan. (Zaq/san/red)

Posting Komentar

0 Komentar