PASURUAN, Deva-news.com
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesejahteraan warga binaannya. Komitmen ini diwujudkan melalui sosialisasi kesehatan menyeluruh bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan pada Jumat (16/10/2026). Bertempat di Aula Utama Rutan Bangil, kegiatan edukasi preventif ini berfokus pada dua isu krusial yang saling berkaitan, yaitu manajemen kesehatan mental dan deteksi dini kanker payudara.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Bangil menggandeng peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sebagai pemateri utama. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kesadaran para WBP perempuan akan pentingnya menjaga stabilitas emosional dan kesehatan fisik secara mandiri selama menjalani masa pembinaan.
Sesi pertama sosialisasi mengupas tuntas mengenai kesehatan mental, dengan fokus pada pengenalan indikator stres serta teknik pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemaparan ini, para warga binaan perempuan dibekali keterampilan praktis untuk mengenali kondisi psikologis mereka. Mereka juga diajarkan menerapkan strategi koping yang sehat guna menghadapi tekanan psikologis di dalam lingkungan rutan.
Tidak hanya kesehatan mental, edukasi ini juga menyasar aspek kesehatan reproduksi melalui materi pencegahan kanker payudara. Para peserta diajarkan metode deteksi dini agar mampu mengenali perubahan tidak wajar pada tubuh sejak awal.
Melalui langkah preventif ini diharapkan memicu kesadaran mereka untuk segera melapor ke tim medis jika menemukan gejala yang mencurigakan.
Agenda yang berlangsung dinamis ini didampingi langsung oleh petugas klinik internal rutan serta dihadiri oleh Kepala Subseksi Pengelolaan Rutan Bangil, Julianti. Kehadiran jajaran struktural dan tim medis ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung penuh pemulihan fisik maupun mental para WBP.
Lebih lanjut, Julianti menegaskan bahwa edukasi kesehatan yang komprehensif merupakan pilar penting dalam menunjang kesejahteraan para warga binaan. Beliau berharap pengetahuan yang telah dibagikan dapat diterapkan secara nyata dalam keseharian di blok hunian.
"Kami ingin warga binaan perempuan di sini tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang dengan kondisi yang lebih sehat. Mereka diharapkan lebih tangguh mengelola emosi dan stres, serta lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri, termasuk dalam pencegahan kanker payudara," pungkasnya.

0 Komentar