PASURUAN, Deva-news.com
Pemerintah Desa Randupitu sukses mempertahankan posisinya sebagai desa dengan persentase capaian Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi di antara 15 desa se-Kecamatan. Kepastian ini dikukuhkan dalam Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Status IDM Tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Randupitu, Minggu (24/8/2026) malam.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data terbaru, Desa Randupitu membukukan skor ketercapaian optimal sebesar 96,85%. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,15% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2025 yang berada di level 95,70%.
Musdes yang berlangsung dinamis ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Randupitu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran perangkat desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), tokoh masyarakat, serta seluruh Ketua RT dan RW se-Desa Randupitu.
Keberhasilan mempertahankan tren positif sebagai Desa Mandiri ini ditopang oleh capaian maksimal pada tiga indikator utama pelayanan dasar dan tata kelola pemerintahan:
1. Kesehatan dan Layanan Dasar: Sinergi solid antara kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam pendataan akurat serta intervensi penurunan stunting secara berkelanjutan.
2. Infrastruktur & Lingkungan: Realisasi pembangunan jalan lingkungan dan drainase permukiman berbasis usulan warga, serta pengelolaan sistem persampahan desa yang terpusat.
3. Akuntabilitas Pemerintahan: Tertib administrasi musyawarah, transparansi dokumen perencanaan, dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial seperti BLT Desa dan PKH.
Meski meraih predikat terbaik, Pemdes Randupitu tidak berpuas diri. Melalui evaluasi lembar kerja IDM bersama tim pendamping desa, dirumuskan tiga catatan strategis yang akan menjadi fokus prioritas penganggaran tahun berikutnya:
1. Sektor Pendidikan: Penjaringan dan intervensi bantuan (seragam, perlengkapan, dan keringanan biaya) untuk anak usia 13–15 tahun guna mengantisipasi risiko putus sekolah.
2. Fasilitas Olahraga: Optimalisasi pemanfaatan tanah kas desa untuk merehabilitasi dan menambah sarana olahraga pemuda, meliputi lapangan futsal, voli, bulu tangkis, hingga tenis meja.
3. Penguatan Ekonomi Desa: Penyediaan akses permodalan berbunga ringan bagi kelompok tani dan peternak, sekaligus penguatan branding serta hilirisasi produk ketahanan pangan BUMDes berupa melon hidroponik.
Melalui lompatan angka IDM ini, Pemerintah Desa Randupitu menegaskan komitmennya agar capaian di atas kertas harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan, kerukunan, dan kualitas hidup nyata bagi seluruh warga masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan desa.
"Kenaikan skor IDM menjadi 96,85 persen ini adalah buah dari kerja keras, sinergi, dan komitmen kolektif seluruh elemen desa. Mulai dari perangkat desa, BPD, RT/RW, LPM, hingga para kader penggerak di lapangan yang menjadi ujung tombak pelayanan. Tanpa gotong royong yang kuat, capaian ini tidak akan mungkin terwujud," ujar Mochammad Fuad.
Beliau juga menegaskan bahwa status Desa Mandiri terbaik ini bukan sekadar kebanggaan seremonial, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk terus berinovasi.
"Predikat sebagai Desa Mandiri terbaik se-Kecamatan ini bukan tujuan akhir, melainkan bahan bakar dan motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang lebih prima, transparan, dan akuntabel. Fokus kami ke depan adalah memastikan lompatan angka IDM ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup warga, khususnya pada penguatan ekonomi melalui BUMDes dan jaminan pendidikan anak agar tidak ada lagi yang putus sekolah," pungkasnya.

0 Komentar