SIDOARJO, Deva-news.com
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, higienis, dan bebas dari pencemaran. Salah satu langkah strategis yang kini tengah diakselerasi adalah pemenuhan penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar guna meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Proses verifikasi faktual dilakukan secara ketat oleh Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur di enam kecamatan dan 12 desa/kelurahan yang menjadi sampel penilaian. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Buduran (Desa Sidokepung dan Wadungasih), Waru (Desa Tambak Sumur dan Tambak Sawah), Sedati (Desa Pabean dan Sedati Agung), Tanggulangin (Desa Ketapang dan Putat), Porong (Desa Candipari dan Glagaharum), serta Prambon (Desa Jati Alun-alun dan Temu).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menyatakan bahwa capaian sanitasi yang diraih Sidoarjo sejauh ini merupakan buah dari kolaborasi solid seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, komitmen daerah tidak boleh berhenti pada status Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan yang telah diraih pada tahun 2024 lalu, melainkan harus berlanjut menuju status STBM Paripurna.
"Dari total 604.048 kepala keluarga di Sidoarjo, sebanyak 308.789 KK telah disurvei dan hasilnya 100 persen berstatus ODF. Ini menjadi modal sosial dan infrastruktur yang penting untuk mendongkrak derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh," ujar Fenny dalam rapat koordinasi STBM di Kantor Setda Sidoarjo, Selasa (21/7/2026).
Selain keberhasilan ODF, indikator penerapan sanitasi makro di Sidoarjo juga menunjukkan tren yang sangat positif. Data terkini mencatat sebanyak 99,78 persen rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman. Sementara itu, pengelolaan sampah rumah tangga mencapai 95,43 persen, dan pengelolaan air limbah domestik rumah tangga kini berada di angka 73,6 persen.
Fenny menegaskan, upaya memenuhi target 100 persen pada seluruh pilar sanitasi membutuhkan sinergi lintas sektor yang melibatkan konsep hexahelix. Isu sanitasi tidak dapat dipandang hanya dari sudut pandang sektor kesehatan semata, melainkan saling berkelindan dengan tata ruang lingkungan, ketersediaan infrastruktur, edukasi, peran dunia usaha, media massa, hingga kesadaran fundamental dari warga itu sendiri.
Di sisi lain, Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap rekam jejak konsisten Kabupaten Sidoarjo. Setelah mendeklarasikan predikat ODF pada 2024, Sidoarjo sukses meraih Juara 1 STBM Award Tingkat Pratama Nasional pada tahun yang sama, disusul penghargaan Tingkat Madya Nasional pada tahun 2025.
Di tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong seluruh daerah untuk bergerak lebih masif. Dalam mengimplementasikan 5 Pilar STBM secara menyeluruh.
Dalam agenda verifikasi lapangan tersebut, tim penilai turun langsung meninjau pemukiman warga secara acak. Langkah penilaian ini bertujuan untuk memastikan bahwa data capaian sanitasi yang dilaporkan tidak sekadar menjadi catatan administratif di atas kertas, melainkan benar-benar tecermin dalam kultur budaya hidup bersih dan sehat warga Sidoarjo sehari-hari. (*)

0 Komentar