Ticker

6/recent/ticker-posts

Dukung Ketahanan Pangan, Pemdes Kepulungan Realisasikan PKTD Lewat Normalisasi Irigasi



PASURUAN, Deva-news.com
Pemerintah Desa (Pemdes) Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terus memperkuat sektor pertanian melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) tahun anggaran 2026. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar aksi normalisasi sungai bersama kelompok tani (poktan) pada Minggu,(26/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 50 petani yang berasal dari lima dusun, yakni Dusun Betas, Kajang 1, Kajang 2, Kabunan, dan Tugusari. Aksi difokuskan pada pembersihan saluran irigasi tersier di Dusun Tugusari, yang menjadi urat nadi pengairan bagi area persawahan di kelima wilayah tersebut.

Sekretaris Desa Kepulungan, Fachrudin Salim, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program prioritas desa untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan lokal.

“Pemdes Kepulungan melaksanakan PKTD berupa normalisasi sungai bersama teman-teman poktan. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para petani yang terlibat,” ungkap Fachrudin mewakili Kepala Desa Kepulungan.

Lebih lanjut, Fachrudin memaparkan bahwa sektor pertanian, khususnya tanaman padi, telah menjadi keunggulan Desa Kepulungan. Hal ini terbukti dari keberhasilan desa dalam mempertahankan tradisi panen raya yang rutin dan produktif.

“Program ketahanan pangan kami selaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, yang mencakup sektor pertanian serta peternakan. Di desa kami, potensi padi menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, sehingga perawatan infrastruktur air seperti ini menjadi krusial,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan para petani. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sistem irigasi di desa.

“Kami bangga melihat kebersamaan ini. Kerja bakti yang solid adalah modal utama kita dalam menjaga lingkungan sekaligus memastikan distribusi air ke sawah-sawah tetap lancar,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemdes Kepulungan berharap budaya kerja bakti dapat terus terjaga secara berkelanjutan demi kelestarian lingkungan dan kemakmuran para petani di seluruh dusun.

“Kami berharap seluruh kelompok tani tetap konsisten dan semangat. Normalisasi ini adalah kepentingan bersama agar pengairan di lima dusun tetap optimal dan produktif,” pungkasnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar