PASURUAN, Deva-news.com
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pasuruan kembali menyelenggarakan agenda tahunan Pondok Ramadhan 1447 Hijriah hal ini dilakukan bertujuan sebagai upaya penguatan spiritualitas siswa.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai 7 hingga 13 Maret 2026, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII dengan rangkaian program yang dirancang untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus praktik ibadah harian.
Kepala MAN 1 Pasuruan, H. Nasrudin, dirinya menekankan bahwa Pondok Ramadhan bukan sekadar rutinitas musiman. Melainkan momentum strategis untuk membentuk akhlakul karimah.
"Pondok Ramadhan ini adalah investasi karakter. Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kebiasaan ibadah yang kuat, seperti shalat dhuha, tadarus, hingga kepedulian sosial melalui zakat," ujar Nasrudin.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap untuk memastikan efektivitas bimbingan. Kelas XII mengawali rangkaian pada hari pertama dengan fokus pada kajian kitab Washiyatul Musthofa, ceramah agama, hingga edukasi pembayaran zakat.
Memasuki Senin (9/3/2026), suasana madrasah semakin khidmat dengan agenda Khotmil Qur’an yang dipandu langsung oleh para wali kelas. Program ini bertujuan meningkatkan kedekatan siswa dengan kitab suci sebagai pedoman hidup.
Selanjutnya, giliran siswa kelas XI yang mengikuti rangkaian kegiatan pada Selasa dan Rabu (10–11/3/2026). Sementara kelas X menutup rangkaian pekan religi ini pada Kamis dan Jumat (12–13/3/2026). Selain kajian kitab, para siswa kelas X juga ditekankan pada praktik ibadah berjamaah, mulai dari shalat dhuha hingga shalat dzuhur.
Puncak sekaligus penutupan kegiatan berlangsung pada Jumat (13/3/2026). Siswa putra melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah di lingkungan madrasah, sementara siswi mengikuti kegiatan halaqah keputrian yang dipandu oleh para guru pendamping.
Melalui program ini, MAN 1 Pasuruan berharap nilai-nilai yang dipelajari selama Pondok Ramadhan dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa, bahkan setelah bulan suci berakhir.
"Kami ingin lulusan MAN 1 Pasuruan menjadi pribadi yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan ketakwaan kepada Allah SWT," pungkas H. Nasrudin. (*)

0 Komentar